Bappeda dan Kecamatan Jaken Beri Pembekalan Kepada Mahasiswa KKN 2018


KKN Ipmafa tahun 2018 memasuki masa pembekalan kepada mahasiswa yang berlangsung intensif dalam 3 hari (5-7 Juli 2018). Pembekalan mahasiswa ini bersifat wajib untuk menyiapkan mahasiswa sebelum nanti diterjunkan di wilayah KKN se Kecamatan Jaken Pati. Di hari pertama, mahasiswa dibekali informasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Kecamatan Jaken.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta KKN yang terdiri dari Prodi Perbankan Syariah, Manajemen Zakat dan Wakaf, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Islan Anak Usia Dini, Pendidikan Bahasa Arab, Komunikasi dan Penyiaran Islam dan Pengembangan Masyarakat Islam.

Pembekalan intensif ini menjadi ciri khas KKN Ipmafa agar mahasiswa memiliki kesiapan mental dan pengetahuan tentang konsep KKN pemberdayaan yang diselenggarakan Ipmafa. Konsep KKN Ipmafa menekankan 5 pilar pemberdayaan masyarakat meliputi: pembangunan ekonomi mikro, pelestarian lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan sosial keagamaan.

Dr. Dimyati selaku Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu misi KKN Ipmafa adalah menyelenggarakan proses pembangunan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai kelanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs). Selain itu, diharapkan saat ini penting sekali mahasiswa mampu menjadi konsultan keagamaan yang dapat menghadirkan agama sebagai kebutuhan masyarakat. Dimyati juga berpesan bahwa selama KKN mahasiswa dituntut memahami kultur masyarakat dan tidak menggurui karena KKN adalah bagian dari proses pembelajaran dalam bermasyarakat.

Sementara Zaenuddin SSos dari Bappeda memberikan banyak informasi tentang pengenalan wilayah dan potensi Kabupaten Pati. Zaenuddin menyampaikan isu-isu strategis yang mempengaruhi arah kebijakan dan prioritas pembangunan di Kabupaten Pati pada tahun 2018. Isu-isu ini meliputi: Penanggulangan Kemiskinan, Pengurangan Pengangguran, Peningkatan Derajat Kesehatan, Tata Kelola Pemerintahan, Peningkatan Ketahanan Pangan, Pengembangan Ekonomi Lokal, dan Peningkatan Pembangunan Infrastruktur.

Selanjutnya dari Kecamatan Jaken, Agus Kariyadi menggambarkan profil wilayah Kecamatan Jaken yang memiliki 21 desa. Desa-desa di Kec. Jaken hampir mirip dengan Kec. Margoyoso yang lokasi masing-masing desa berhimpitan. Akses ke tiap desa pun mudah baik bagi pengguna motor maupun kendaraan roda empat, hampir semua wilayah sudah beraspal dan tersambung listrik. Dari sisi ekonomi, masyarakat Jaken rata-rata berprofesi sebagai petani padi dan tebu, sementara potensi lokal masyarakat yang dapat diberdayakan beragam seperti menjahit, tataboga, kerajinan kayu, olahan siwalan, batik, dan kerajinan gerabah.

Pembekalan dari Bappeda dan Kecamatan ini sangat penting bagi mahasiswa sebagai informasi dasar sebelum melakukan observasi lapangan. Rencananya, mahasiswa akan melakukan observasi lapangan paska pembekalan 3 hari untuk menggali informasi lebih dalam tentang desa wilayah KKN. Penggalian informasi ini meliputi profil desa, stakeholders, potensi lokal dan isu-isu strategis yang nantinya akan dijadikan program kerja KKN Pemberdayaan Ipmafa.

No comments :

Post a Comment