Di era New Normal ini banyak perubahan yang terjadi terutama dalam perekonomian masyarakat dalam menghadapi pandemi. Masyarakat mau tidak mau dituntut bisa lebih kreatif agar mampu bertahan dalam keterbatasan yang ada. Kreativitas ini meliputi hampir semua bidang seperti pendidikan, pembelajaran, bekerja secara WFH, berkomunikasi dan kegiatan ekonomi. 

Salah satu dampak pandemi ini adalah dalam sektor pariwisata, terutama wisata daerah. Kali ini kelompok KKN Astagina berkunjung di Desa Pasucen Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati (9/11/2020) tepatnya berada di Yutaka Farm untuk melihat lebih dalam bagaimana usaha pariwisata daerah lokal ini mampu bertahan di tengah pandemi.

Yutaka Farm pada awalnya dibangun sebagai pusat bibit dan edukasi yang menyediakan berbagai jenis tanaman. Selain itu juga membuka kelas pendidikan lingkungan untuk anak. Yutaka berkembangn dengan sentuhan inovasi bapak Andi Lestari Budiharso SP sebagai owner. 

Andi mampu menarik perhatian masyarakat sekitar untuk berkunjung dengan menghadirkan konsep budaya jepang tanpa meninggalkan konsep awalnya sebagai wisata edukasi. Ada beberapa unit usaha di dalamya seperti unit penjualan bibit tanaman, sewa konstum jepang dan spot selfie, wahana anak, ood and cafe, dan edukasi lingkungan untuk anak.

Beberapa waktu silam, saat kasus penyebaran Covid-19 semakin meluas sehingga pemerintah menerapkan kebijakan lockdown atau menutup sementara fasilitas umum dan tempat wisata. Hal ini menjadi kegundahan tersendiri bagi para pengelola tempat wisata sehingga dengan terpaksa pihak manajemen Yutaka Farm merumahkan karyawannya yang pada saat itu berjumlah 7 orang. 

Selama hampir 3 bulan tutup pihak manajemen Yutaka Fram tidak putus asa untuk kembali membangkitan kembali wisata tersebut. Tim Yutaka memanfaatkan waktu selama tutup untuk merancang dan membuat inovasi yang baru, membuka unit usaha baru yang tergabung dalam manajemen Yutaka Farm seperti wahana permaian anak dan Yutaka Food. Pada akhirnya, upaya ini membuahkan hasil dan diizinkan beroperasi kembali dengan tetap mengikuti protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Dampak positif yang terlihat pada masa New Normal di Yutaka Farm adalah peningkatan jumlah pembeli bibit tanaman. Masyarakat banyak tertarik untuk mencari kesibukan di rumah dengan menanam dan merawat tanaman. Bahkan omset yang didapatkan dalam penjualan bibit selama masa new normal ini dapat melebihi omset sebelumnya.

Meski demikian, dalam beberapa unit usaha di Yutaka Farm juga mengalami penurunan drastis yakni pada unit usaha edukasi pendidikan lingungan untuk anak. Hal tersebut karena unit usaha edukasi harus bekerjasama dengan instansi sekolah sedangkan sekolah-sekolah kini masih dilaksanakan secara daring sehingga hal itu tidak dapat dilaksanakan.