Melalui program bertajuk Eco Pensil, para mahasiswa mengajak siswa kelas 4 untuk menyulap limbah kulit jagung (kelobot) menjadi wadah pensil yang fungsional dan menarik.
Kegiatan berlangsung meriah di dalam kelas, di mana para siswa terlibat langsung mulai dari proses pengumpulan bahan, pengolahan, hingga perakitan limbah kulit jagung.
Dengan penuh antusias, mereka mempraktikkan cara menghias kaleng susu bekas menggunakan kelobot hingga menjadi tempat pensil unik hasil karya sendiri.
Kepala SDN 02 Sinomwidodo, Ibu Suwarti, menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut.
“Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kreativitas siswa, tetapi juga mengedukasi mereka tentang pemanfaatan limbah kulit jagung secara bijak. Ini pengalaman belajar yang berbeda sekaligus bermakna,” ujarnya.
Faizah, penanggung jawab bidang pendidikan KKN Trisula Karsa, menambahkan bahwa tujuan utama program adalah memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami ingin berbagi pengalaman belajar yang berbeda sekaligus menumbuhkan kepedulian mereka terhadap lingkungan melalui kegiatan yang bermanfaat,” jelasnya.
Salah satu siswa bahkan mengungkapkan rasa gembiranya bisa mengikuti kegiatan ini.
“Saya sangat senang bisa ikut pelatihan ini. Kami juga seru-seruan menghias kaleng susu dengan kelobot jagung untuk dijadikan wadah pensil,” tuturnya.
Program Eco Pensil ini diharapkan tidak hanya berhenti di SDN 02 Sinomwidodo, tetapi juga bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan kegiatan serupa.
Melalui pendekatan kreatif dan ramah lingkungan, mahasiswa KKN IPMAFA membuktikan bahwa limbah sederhana seperti kulit jagung dapat diubah menjadi karya yang bermanfaat sekaligus mengajarkan anak-anak arti menjaga lingkungan. (Ahmad Sholahul Fuad/MZ)
0 Komentar