Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–09.30 WIB ini dipimpin Kordes Yurrisal Harimurti, dibantu tim bidang pendidikan Putri Sarifatul Mila dan Izza Nailul Ulya.
Tujuan utama kegiatan adalah membantu proses pembelajaran menjadi lebih menarik, memberikan pemahaman visual tentang bagian-bagian tumbuhan kopi, dan mengenalkan anak-anak pada kearifan lokal di sekitar mereka.
Pembelajaran kreatif ini diawali dengan salam hangat, perkenalan tim KKN, dan ice breaking yang membuat suasana kelas menjadi cair. Anak-anak kemudian diajak menjawab pertanyaan pemantik, mengamati gambar, dan menonton tayangan video interaktif tentang tanaman kopi.
Suasana belajar semakin hidup dengan nyanyian, permainan, dan kuis tanya jawab seputar materi.
Menjelang akhir sesi, dilakukan evaluasi sederhana untuk mengingat kembali materi yang dipelajari, diikuti dengan sesi foto bersama dan pemberian reward sebagai apresiasi atas partisipasi mereka.
“Terimakasih teman-teman KKN Askawu yang telah mengamalkan ilmunya dan membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan,” ujar Alya Chessy, Kepala Sekolah TK Lestari.
Bagi anak-anak TK Lestari, pagi itu bukan sekadar belajar. Mereka pulang membawa cerita, tawa, dan pengetahuan baru tentang kopi—tanaman yang kelak mungkin akan mereka temui di kebun kampung sendiri.
Melalui Kelas Cerita Kopiku ini, pembelajaran bukan hanya duduk dan mendengar, tetapi menjadi pengalaman berharga yang membangkitkan rasa ingin tahu sekaligus menanamkan kecintaan pada kekayaan lokal sejak dini. (Dewi Setyaningsih/MZ)
0 Komentar