
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta, termasuk anggota PKK serta Pokja 3 yang fokus pada bidang pangan dan lingkungan.
Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan PKK Desa Sinomwidodo, dilanjutkan oleh pemaparan program oleh tim KKN.
Wulan Maulana Ningsih, penanggung jawab bidang kesehatan, menyampaikan materi terkait manfaat tanaman obat keluarga sebagai solusi alami, murah, dan mudah diakses dalam menjaga kesehatan.
Setelah sesi sosialisasi, peserta bersama-sama melakukan penanaman berbagai jenis tanaman herbal seperti jahe, kunyit, serai, lengkuas, dan lidah buaya.
Tanaman-tanaman tersebut ditanam menggunakan polybag, sehingga dapat dengan mudah dipelihara di pekarangan rumah.
Ketua Pokja 3 PKK Desa Sinomwidodo, Ibu Eni Rahmawati, menegaskan pentingnya keberlanjutan program ini.
“Harapan kami, TOGA yang ditanam hari ini dapat terus dirawat dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili ibu-ibu PKK, salah satu peserta menyampaikan apresiasi atas program yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena menanam tanaman obat keluarga membantu kita lebih mandiri dalam menjaga kesehatan dengan memanfaatkan tanaman herbal yang mudah dirawat,” ungkapnya.
Menurut Kordes KKN Trisulakarsa, Ahmad Sholahul Fuad, program Gapura Sehat ini lahir dari kepedulian terhadap gaya hidup masyarakat yang kini cenderung bergantung pada obat kimia.
Melalui pemanfaatan lahan pekarangan sebagai apotek hidup, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dengan cara alami.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara mahasiswa KKN IPMAFA dengan masyarakat dalam membangun budaya hidup sehat, sekaligus mendukung kemandirian keluarga melalui pemanfaatan tanaman herbal yang bernilai gizi dan obat. (Ahmad Sholahul Fuad/MZ)
0 Komentar