KKN Mojolampir Kupas Tuntas Pengasuhan Positif Orang Tua


Tim KKN Ipmafa Desa Mojolampir kembali mengadakan kegiatan positif bagi masyarakat desa Mojolampir Jaken Pati. Mereka menyelenggakaran Parenting tentang Pengasuhan Positif Orang Tua dalam Mendidik Anak Usia Dini (8/9/2018). Acara yang bertempat di balaidesa Mojolampir ini diikuti oleh 58 orang tua dari siswa Kelompok Bermain (KB) dan RA.

Malihatin SPd sebagai narasumber menyampaikan bahwa segala sesuatu bisa terjadi, cita-cita anak didik bisa terwujud, dan anak dalam keluarga adalah prioritas. Sementara lingkungan terkecil dan paling memberikan pengaruh adalah keluarga. “Apa yang kita lakukan akan ditiru oleh anak. Karena kita orang tua adalah seorang model bagi anak.” tuturnya. Untuk lebih jelasnya, diperlihat juga sebuah video yang memperlihatkan tentang bagaimana perilaku orang tua selalu dilihat dan ditiru oleh putra-putrinya sekaligus membangun karakter hingga ia dewasa nantinya.

Malihatin juga menegaskan bahwa pola asuh adalah proses yang mendukung perkembangan fisik, emosi, sosial dan intelektual seorang anak dari masa kecil hingga dewasa. Tapi sayangnya anak jaman sekarang banyak yang hanya memainkan HP (gadget). Jika seperti itu, maka sosial-emosionalnya tidak akan berkembang, karena kebutuhannya dalam bermain game, ataupun berselancar didunia internet terpenuhi. Pertumbuhan anak dalam kondisi seperti itu akan terganggu karena hanya bermain HP, selalu duduk dan minim bergerak.

Mengapa pola asuh yang baik itu penting? Diantaranya untuk meningkatkan kualitas interaksi anak dengan orang tua, meningkatkan tumbuh kembang anak, dan mengantisipasi perilaku-perilaku menyimpang. Prinsip-prinsip pengasuhan positif anak diantaranya ada lima, yakni menghargai pendapat anak, bebas tindak kekerasan, dibimbing dengan cinta dan kasih, mengendalikan pengaruh lingkungan serta perilaku positif bagi tumbuh kembang anak. Misal ada kasus anak memakai baju baru dan saking sukanya, tidak mau melepas pakaian tersebut. Apa yang harus kita lakukan? Tentu saja kita harus menjelaskan dengan baik dan dengan kasih sayang kepada anak tersebut. Intinya, komunikasi yang efektif merupakan kunci untuk membangun konsep diri seorang anak.

Berapa waktu berkualitas yang dibutuhkan untuk menemani belajar anak? 20 menit. Mengapa harus waktu tersebut? Karena pada waktu tersebut, kita bisa membacakan buku dongeng, maupun mendongengkan anak. Dalam sesi itu kemudian diputarkan sebuah video tentang seorang anak yang  selalu terlambat berangkat ke sekolah dan selalu dimarahi oleh gurunya. Dan setelah itu, guru yang memarahinya mencoba mencari tau mengapa anak tersebut selalu terlambat. Ternyata anak tersebut menjadi tulang punggung keluarganya yang sudah tidak mempunyai seorang ayah. Dari video yang menjadi penutup acara ini, dapat diambil kesimpulan bahwa kita harus tahu terlebih dahulu apa yang ada dibalik suatu kejadian tertentu dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.

No comments :

Post a Comment