264 Mahasiswa IPMAFA Ikuti KKN MDR 2021

Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) Pati menerjunkan 264 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Mandiri Dari Rumah (KKN MDR) tahun 2021. Acara penerjunan dilakukan secara daring dipimpin langsung oleh Rektor IPMAFA, KH. Abdul Ghofarrozin, M. Ed pada Senin (9/8) pagi. Turut hadir segenap pimpinan rektorat, LPPM, Dekan, dan Kaprodi di lingkungan IPMAFA beserta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). KKN IPMAFA tahun ini merupakan kedua kalinya dilaksanakan dengan daring melalui pemanfaatan media online dan media sosial. Sebanyak 264 mahasiswa yang terbagi dalam 30 kelompok KKN selanjutnya akan melakukan kegiatan kelompok dan individu dengan tema utama "Meningkatkan Ketahanan Masyarakat di Era Pandemi". Tema tersebut dapat difokuskan pada bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, budaya, keagamaan, gender, anak, dan komunitas. Acara diawali dengan laporan kegiatan oleh ketua LPPM IPMAFA, M. Sofyan Alnashr. Dalam laporannya, disebutkan bahwa KKN MDR mewajibkan setiap kelompok dan individu menghasilkan kegiatan dan produk. Kegiatan kelompok antara lain ngaji daring tematik dan webinar atau pelatihan bersertifikat. Sementara tugas individu diantaranya iklan digital, artikel ilmiah, dan video kegiatan. KKN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya terutama dalam dua program, yakni survei pandemi dan kegiatan individu di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Sofyan menyebutkan, "Setiap kelompok KKN berkewajiban melakukan survei perkembangan covid-19 di Kabupaten Pati dan menganalisisnya secara akademis". Ia juga menerangkan bahwa setiap peserta berkewajiban membuat kegiatan berbasis observasi dilingkungan peserta masing-masing, baik berbasis masalah maupun berbasis potensi daerah. "Harapannya setiap peserta KKN berkontribusi positif di masyarakat sekitarnya", imbuhnya.
Pengarahan Rektor Dalam kesempatan tersebut, Rektor IPMAFA berpesan supaya KKN MDR kedua ini sudah lebih sempurna dan banyak belajar dari tahun sebelumnya. KKN harus lebih mampu menjawab kebutuhan masyarakat. "KKN di masa pandemi tantangan yang berat, yakni memulihkan tatanan sosial dengan cara memberikan empowerment terhadap social practices sehingga masyarakat memiliki kembali kepercayaan dirinya sebagai bagian dari struktur sosial yang berdaya", terang Gus Rozien, sapaan beliau. Gus Rozien juga mengingatkan pandemi ini banyak sekali mengungkap tabir gelap yang selama ini eksis tapi tersembunyi dan berlaku di lingkungan masyarakat kita (kepercayaan kepada otoritas; fragmentasi informasi-fragmentasi sikap; keacuhan kolektif). "Pandemi ini juga berpotensi merubah struktur dan sistem sosial yang selama ini kita anut tanpa sikap yang kritis. Kita berada pada masa transisi sosial, di tengah krisis ekonomi, krisis kemanusiaan, krisis kepercayaan terhadap sistem dan struktur sosial yang berlaku" imbuhnya. Karena beratnya tantangan tersebut, maka KKN -terutama kegiatan individu di lingkungan sekitar- harus dilakukan dengan tiga hal pokok. Pertama, meniatkan diri sepenuh hati menjadi problem solver, bukan sekadar memenuhi syarat akademik. Kedua, menguatkan nalar kritis sehingga mampu berpikir objektif. Ketiga, meneguhkan pandangan dalam melihat persoalan karena tidak mudah menemukan persoalan sekaligus mencari solusinya. Rektor menegaskan kepada setiap elemen dalam KKN ini harus mampu "Memulihkan tatanan sosial melalui cara yg sederhana dan memberikan empowerment supaya masyarakat berdaya karena kehadiran kita sedang dibutuhkan masyarakat". (pan/kkn)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar