KKN IPMAFA Abhinaya Bekali Warga Gulangpongge dengan Literasi Keuangan di Era Digital

 
Foto bersama Kelompok KKN IPMAFA-ABHINAYA dengan peserta Workshop Literasi Keuangan di Gedung PKK Dukuh Sekar, Desa Gulangpongge, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Minggu (10/8/2025).
KKN IPMAFA, Pati – Perkembangan teknologi di era Society 5.0 membawa dua wajah bagi masyarakat: peluang ekonomi sekaligus ancaman serius di bidang keuangan. Judi online, investasi bodong, hingga jebakan platform digital ilegal kini mengintai, terutama kalangan ibu rumah tangga yang sehari-hari berperan sebagai pengatur keuangan keluarga.

Menjawab tantangan tersebut, Kelompok KKN IPMAFA-ABHINAYA Desa Gulangpongge, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, menggelar Workshop Literasi Keuangan bertema “Membangun Ketahanan Keluarga melalui Literasi Keuangan: Edukasi Bahaya Judi Online, Investasi Bodong, dan Kecerdasan Memilih Lembaga Keuangan yang Aman” pada Minggu (10/8/2025) di Gedung PKK Dukuh Sekar.

Kegiatan yang dipimpin oleh Sundoko, Ketua KKN Abhinaya, ini menggandeng PT BPR Artha Huda Abadi (AHA) dengan menghadirkan Sutiono, SH., Kabag Funding AHA sebagai pemateri. Sebanyak 50 peserta, mayoritas ibu rumah tangga, antusias mengikuti materi sejak awal hingga akhir.

Menurut Sutiono, edukasi literasi keuangan sangat penting agar keluarga tidak mudah terjebak rayuan investasi ilegal maupun judi online yang kian marak.

“Peran ibu sangat penting, bukan hanya mengatur keuangan rumah tangga, tetapi juga menjadi benteng pertama dalam melindungi keluarga dari ancaman keuangan digital,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, peserta dibekali pengetahuan tentang cara mengenali ciri-ciri investasi bodong, memilih lembaga keuangan yang legal dan aman, serta keterampilan praktis mengelola pemasukan dan pengeluaran keluarga.

Tidak hanya itu, mereka juga diajak untuk lebih bijak mengawasi penggunaan gawai pada anak-anak sebagai upaya mencegah paparan konten merugikan.

Salah satu peserta mengaku mendapat manfaat besar dari kegiatan ini.

“Sebelumnya saya belum terlalu paham soal cara mengatur keuangan usaha, tapi sekarang saya jadi tahu pentingnya mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta mulai berpikir untuk menabung di bank,” ungkapnya.

Sundoko, selaku Ketua KKN, menegaskan bahwa program ini tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga mendorong terciptanya agen-agen perubahan di masyarakat.

“Harapan kami, ibu-ibu PKK yang hadir dapat menjadi pionir dalam menularkan kesadaran finansial kepada keluarga dan lingkungannya. Dengan begitu, ketahanan keluarga dari ancaman ekonomi digital bisa semakin kuat,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi KKN IPMAFA dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa di bidang literasi keuangan, sejalan dengan visi Society 5.0 yang menempatkan manusia sebagai pusat perkembangan teknologi. (Sundoko/MZ)

Posting Komentar

0 Komentar