Edukasi kesehatan yang digelar di rumah Siti Hamidah, RT 04/RW 01 ini mengangkat tema “Sehatku Bersama Desaku” dengan melibatkan 50 anggota Fatayat, dua narasumber, dan sembilan anggota KKN.
Acara dimulai pukul 13.00 WIB beriringan dengan agenda rutinan Fatayat berupa pembacaan Al Barzanji, tahlil, serta mars Yalal Wathon dan Fatayat. Setelah itu, penyuluhan kesehatan dibuka dengan pemaparan Ahmad Zainal Abidin, S.Farm., pemilik Apotek Damar di Banyumanis Donorojo dan Apotek Kasih Ibu Tunahan Keling.
Ia menjelaskan secara rinci mengenai hipertensi, penyebab, risiko, dampak pada organ vital, hingga langkah pencegahannya.
“Hipertensi bukan semata karena daging kambing, tapi lebih kepada pola konsumsi dan gaya hidup. Makanan cepat saji seperti mie instan, kerupuk, nugget, atau sosis justru lebih berisiko memicu tekanan darah tinggi,” jelas Zainal, meluruskan mitos yang berkembang di masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya cek kesehatan rutin, olahraga minimal 30 menit per hari, menjaga pola makan seimbang, cukup istirahat, serta menghindari rokok dan alkohol. Gaya hidup sehat menurutnya menjadi kunci agar hipertensi bisa dikendalikan.
Setelah sesi diskusi yang interaktif dengan pertanyaan dari anggota Fatayat mengenai efek obat hipertensi, hubungan pil KB dengan tekanan darah, hingga gejala kebas tangan, kegiatan dilanjutkan dengan demo pembuatan teh berbasis daun kelor.
Mailatus Safiradifani, anggota KKN Divisi Kesehatan sekaligus penanggung jawab program bersama Muthoharoh, memperlihatkan cara sederhana mengolah kelor menjadi minuman sehat.
Daun kelor dipilih karena mudah ditanam di pekarangan dan kaya manfaat, salah satunya membantu menurunkan tekanan darah.
Setiap peserta mendapat kantong teh kelor siap minum dan leaflet edukasi kesehatan sebagai bekal pengetahuan.
Koordinator Desa KKN, Ahmad Saiful Setiawan, menyampaikan bahwa program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kesehatan dengan memanfaatkan kekayaan alam lokal.
“Sehat itu tidak harus mahal. Kelor yang tumbuh di pekarangan bisa menjadi obat. Yang terpenting adalah kesadaran masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat,” tuturnya..
Saiful menambahkan, dengan kegiatan ini, Fatayat Desa Sumanding tak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga solusi praktis dalam menghadapi hipertensi, salah satu penyakit yang kerap disebut sebagai silent killer. (Ahmad Saiful Setiawan/MZ)
0 Komentar