![]() |
Para kader posyandu sedang mempraktikkan pengolahan jagung menjadi produk pangan sehat berupa puding jagung di Balai Desa Maitan, pada Rabu (6/8/2025). |
Kegiatan yang digagas oleh Kordes Muhammad Qoidul Ghurril bersama penanggung jawab program divisi ekonomi Lutfi Izza Maula dan Siti Nur Halimah ini mengusung misi ganda: meningkatkan nilai tambah jagung dari sisi ekonomi sekaligus menghadirkan alternatif pangan lokal yang bergizi.
“Jagung bukan hanya bahan pangan pokok, tapi juga bisa diolah menjadi kudapan sehat yang bernilai jual. Puding jagung kaya serat, vitamin, dan mineral, sehingga baik untuk kesehatan sekaligus bisa diproduksi skala rumah tangga dengan modal terjangkau,” jelas Lutfi.
Proses pembuatan puding jagung dilakukan secara praktik langsung, mulai dari menyisir biji jagung segar, memblender dengan santan, merebus bersama agar-agar dan gula, hingga menuangkannya ke dalam cetakan.
Peserta diajak untuk memahami teknik dasar agar hasil puding tidak hanya lezat tetapi juga memiliki daya tarik visual bagi konsumen. Bidan Desa Maitan, Ika, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat.
“Kami antusias sekali karena KKN IPMAFA bukan hanya memberi pengetahuan, tapi juga praktik nyata. Resep puding jagung ini sederhana, sehat, dan bisa langsung dipraktikkan ibu-ibu di rumah maupun dalam kegiatan posyandu,” ungkapnya.
“Dengan inovasi semacam ini, hasil panen bisa lebih awet, menarik minat konsumen, sekaligus membuka peluang usaha mikro berbasis desa,” ujar Izza Maula.
Langkah KKN IPMAFA-Prana Loka Maitan ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan masyarakat tak selalu harus berbentuk besar, melainkan bisa dimulai dari dapur desa, dengan memaksimalkan potensi bahan lokal menjadi produk bernilai tambah. (Lutfi izza maula/MZ)
0 Komentar