KKN IPMAFA Tanamkan Budaya Menabung Sejak Dini di MI Darul Ulum Sumanding

Siswa Kelas 3–6 MI Darul Ulum Sumanding-Kembang-Jepara membuat celengan dari bahan bekas didampingi Mahasiswa KKN IPMAFA-Sadesa pada Kamis (7/8/2025).

KKN IPMAFA, Jepara – Menabung sejak dini merupakan langkah penting dalam membentuk kebiasaan positif dan kemandirian anak. Dengan semangat itu, Kelompok KKN IPMAFA-Sadesa Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara menggelar kegiatan Edukasi Menabung Sejak Dini bertema Smart Menabung di MI Darul Ulum pada Kamis (7/8/2025).

Kegiatan ini diikuti 21 siswa kelas 3–6 MI Darul Ulum, dengan penuh antusias. Bertindak sebagai penanggung jawab adalah anggota Divisi Pendidikan Herlinatun Sholihah dan Nur Marsella, sementara Herlinatun juga menjadi pemateri utama. Koordinator Desa (Kordes) Ahmad Saiful Setiawan turut hadir mendampingi jalannya acara.

Herlinatun Sholihah dalam pemaparannya menjelaskan bahwa menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi juga melatih anak-anak untuk bijak mengelola keuangan.

“Menabung melatih kedisiplinan, membangun kemandirian, serta menumbuhkan kesadaran bahwa uang bukan hanya untuk dibelanjakan, tetapi juga dipersiapkan untuk masa depan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pemutaran video edukatif tentang pentingnya menabung, dilanjutkan dengan penjelasan materi oleh pemateri.

Setelah itu, anak-anak diajak untuk membuat celengan dari bahan bekas. Dengan penuh kreativitas, para siswa mengikuti langkah demi langkah pembuatan celengan yang dipraktikkan Herlinatun.

Suasana menjadi semakin hidup ketika setiap siswa diminta menyampaikan alasan mengapa mereka ingin menabung. Dari jawaban sederhana seperti “ingin membeli mainan” hingga alasan visioner seperti “untuk biaya sekolah”, jawaban anak-anak mencerminkan pemahaman yang mulai tumbuh tentang arti penting menabung.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kebersamaan antara mahasiswa KKN dan siswa MI Darul Ulum.

Kordes Ahmad Saiful Setiawan menegaskan bahwa kegiatan semacam ini sangat relevan bagi anak-anak, terutama di era serba konsumtif.

“Kami berharap anak-anak terbiasa menabung sejak dini, sehingga kelak memiliki budaya finansial yang sehat dan mampu mengelola keuangan secara mandiri,” tuturnya.

Selain memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, kegiatan ini juga menumbuhkan kreativitas anak dalam memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Dengan demikian, tidak hanya nilai edukasi finansial yang diperoleh, tetapi juga kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan melalui daur ulang,” pungkas Saiful. (Ahmad Saiful Setiawan/MZ)

Posting Komentar

0 Komentar